Gambar

Monumen Palagan Sidobunder

Monumen Palagan Sidobunder

Monumen ini dibangun oleh Paguyuban III -17 di Desa Sidobunder Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Terletak di pertigaan jalan di depan Balai Desa Sidobunder. Monumen dan Balai Desa diresmikan secara bersamaan sebagai tanda penghargaan Keluarga Besar ex Tentara Pelajar kepada masyarakat di sekitar lokasi pertempuran 1 – 2 September 1947 yang menyebabkan gugurnya 24 anggota Tentara pelajar pada tanggal 12 Pebruari 1984.

Iklan

TEAM ADVOKASI HONG KONG KUNJUNGI ERWIANA

Bangsa Indonesia memang telah menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 melalui perjuangan panjang dan menimbulkan korban tak ternilai dengan takaran logika apapun. Kini, justru dijajah oleh bangsa sendiri terutama oleh sekte-sekte yang menguasai berbagai sisi kehidupan, Buruh migran atau TKI mestinya diperlakukan sebagai manusia yang berderajat sama. Jangan bedakan dengan Diaspora Indonesia yang telah meraih sukses. Apapun dalihnya, perbudakan jelas melanggar kaidah agama dan negara. Sebagai warga bangsa dan generasi penerus pelajar pejuang kemerdekaan (ex Tentara Pelajar), saya dukung upaya Buruh Migran Indonesia atau pihak manapun yang memperjuangkan makna kemerdekaan. Khususnya dalam hal menjunjung tinggi perikemanusiaan dan peri keadilan.

fendyrahayu

Siaran Pers 25 Februari 2014
Juru Bicara Team Advokasi Kasus Erwiana di Indonesia
– Iwenk Karsiwen, ATKI-Indonesia (081281045671) 
– Antik Pristiwahyudi, IMWU-Indonesia (082244193737)

“TEAM ADVOKASI HONG KONG KUNJUNGI ERWIANA”

Tiga anggota Team Advokasi Hong Kong berkunjung ke Ngawi, Jawa Timur, untuk melihat secara langsung kondisi Erwiana Sulistyaningsih dan menyiapkan dia untuk persidangan yang akan diselenggarakan di Hong Kong pada tanggal 25 Maret 2014 mendatang. Mereka berkunjung dari tanggal 24 – 26 Februari 2014.

Delegasi Hong Kong tersebut terdiri dari Cynthia Tellez (Direktur Mission for Migrant Workers/MFMW), Isabel Chang (Program Officer Mission for Migrant Workers/MFMW) dan Eni Lestari (Koordinator Komite Keadilan Untuk Erwiana dan Seluruh PRT). 

“Team Advokasi Hong Kong telah bertemu dan menjelaskan kepada keluarga, kuasa hukum dan kami tentang perkembangan kasus pidana dan perdata yang melibatkan Erwiana di Hong Kong” jelas Antik Pristiwahyudi dari IMWU-Jakarta.

Menurut Ms. Cynthia Tellez, Erwiana adalah korban dan saksi bagi kasus kriminal yang diajukan…

Lihat pos aslinya 442 kata lagi

Peran Relawan PMI di masa Revolusi Kemerdekaan

Pawai HUT PMI

Setelah Indonesia dikuasai oleh Jepang, di tiap-tiap daerah atau kampung dibentuk organisasi wanita yang disebut Fujinkai. Kebetulan, ibu Ida Subekti dan saya tinggal di satu RT yang sama di kelurahan Petojo Kebon Singkong. Oleh Fujinkai, kami ditugaskan mengikuti kursus Ilmu Kesehatan dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang diselenggarakan oleh Jawatan Kesehatan Kota Jakarta. Setelah selesai, kami ditugaskan menjadi pekerja sosial di RW yang masing-masing yang dipimpin oleh seorang dokter. Ibu Subekti menyediakan rumahnya menjadi Pos PPPK.

 

Tahun 1943, Haritarti mengajak saya bekerja di Keputrian Pergerakan Tiga A. Kami mendirikan suatu lembaga putri, bertempat di Jl. Segara (gedung bekas kantor Klaasenz). Lembaga ini dipimpin olrh Ibu Sukendah Hanafi. Tugas kami adalah mengumpulkan putri-putri dari daerah dan kampung, diberi ketrampilan membuat sandal dan sepatu dari kayu dan bagor (karung goni) serta membuat kecap dan lain-lain. Dengan maksud agar mereka tidak diganggu oleh tentara Jepang yang kadang-kadanng menjadikannya sebaga gundik. Mereka diasramakan, dan hasil pekerjaan tangan itu menjadi sumber biaya keperluan asrama. Di samping itu, yang ingin mempelajari Ilmu Pengetahuan Umum diberi kesempatan kursus mata pelajaran sosiologi ekonomi oleh Bung Hatta. Dan Ilmu Kependidikan oleh Ki Hadjar Dewantara maupun Pak Said dari Perguruan Taman Siswa. 

Juga dibentuk Barisan Pemuda Asia Raya yang mendapat latihan militer dan baris berbaris. Kamipun tak mau ketinggalan dengan membentuk Barisan Putri Asia Raya yang dipimpin oleh Ibu Dalimah dan Ibu Yo Abdurrahman. Kami mendapat pelajaran bercocok tanam dan memelihara ikan mujair. Asrama kami di Pegangsaan Timur (kemudian jadi Megaria). Suatu hari, ketika mendapat berita bahwa pemerintah Jepang kalah melawan Sekutu, maka Barisan Putera dan Putri diubah namanya menjadi Barisan Pemuda dan Barisan Putri. 

Kemudian kami beraksi mencari usaha untuk mendapatkan kunci-kunci gudang yang ditinggalkan oleh tentara Jepang, berisi perlengkapan, di bawah pimpinan Ibu Yo Chaerul Saleh. Setelah berhasil mengambil bahan kain putih dan merah lalu kami menjahitnya menjadi bendera merah putih untuk dibagikan kepada masyarakat. Pembuatan bendera ini bertempat di rumah Bung Chaerul Saleh. Kami dibagi berkelompok,  ada yang menjahit dan melipat, ada pula yang membagi bagikan kepada para lurah untuk dibagikan kepada warga masyarakat. Bendera-bendera itu harus dikibarkan setelah Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tangga 17 Agustus 1945 jam 10 pagi. 

Pada tanggal 19 September 1945, para pemuda mengadakan rapat raksasa di Lapangan Ikeda. Tepat ketika Bung Karno naik panggung yang telah disiapkan dan meneriakkan pekik “MERDEKA”, tentara Jepang mulai menembak ke arah massa yang ada di tengah lapangan. Barisan Pemuda segera menyelamatkan Bung Karno untuk diamankan. Di sinilah meluapnya semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak mau lagi dijajah oleh siapapun. Kami mulai berkeliling kota dengan bersorak-sorak memekikkan salam merdeka dan merusak semua bangunan peninggalan Belanda dan Jepang. Aksi ini dipimpin oleh Ibu Malidar dan lain-lain. Daerah yang paling berbahaya adalah Jl. Abdurrahman Saleh, Kramat Sentiong dan Kramat VI. Di sini bersembunyi orang-orang bekas militer Belanda. 

Ibu Ida Subekti juga membentuk Pos PalangMerah , dibantu oleh putra-putri dari daerah Petojo dan Pesing. Kemudian pindah ke Tanah Abang. Kebon Sirih Park. Pos yang ada di Jl. Musi Petojo diserahkan kepada saya, dibantu oleh beberapa kawan putra-putri lainnya. Kami mendapat rumah dari Mr. Kasman Singodimejo, yaitu bekas rumah beliau di Jalan Musi 2 yang ada teleponnya. Pos yang dipimpin oleh Ibu Subekti berpindah-pindah tempat. Pos PPPK kami ada di Jl. Tangerang sampai ke Jatibaru. Pos kami sangat sibuk ketika diserangnya Garnisun Petojo Jaga Monyet. Kami turut membantu mengantar korban ke Rumah Sakit Salemba (RSUP kemudian RSCM ). Hampir semua pos sibuk bekerja.

Ketika para pemuda dan anggota TKR berangkat ke Cikampek, Pos Petojo menjadi sepi. Hanya kaum putri saja yang mempertahankan pos. Kemudian kami diminta oleh teman-teman yang ada di Cikampek untuk mengumpulkan dana, bahan makanan dan lain-lain untuk keperluan mereka yang ada di perbatasan. Pada kesempatan ini, kami mendapat rintangan dari beberapa tetangga, dikatakan bahwa kami dari Pos PPPK. Mereka salah taksir, karena di tempat kami sudah banyak Koninlijke Leger masuk dan bersembunyi di rumah-rumah Indo. Pos kami dipindahkan ke Jatibaru dan membantu Ibu Marguna, menjaga masuknya mata-mata musuh dari Stasiun Tanah Abang asal Tangerang. Mata-mata ini kebanyakan wanita Tionghoa. Mereka menyembunyikan granat-granat tangan di sanggul.

Selesai membantu Ibu Marguna, saya diminta membantu oleh Ibu Lasmijah Wardi (Hardi) untuk mencari beras ke Cikampek dan Karawang, dengan mengendarai truk. selanjutnya membantu beliau di dapur umum.

Komunitas ASEAN 2015, Siapkah Kita?

SUZIE ICUS PERSONAL BLOG

Nama ASEAN mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita, namun ketika di tanya Komunitas ASEAN 2015 masih banyak pihak yang menyeritkan dahi (termasuk saya pada awalnya :D). Pertama kali mendengar nama ASEAN adalah ketika saya duduk di bangku SD, masih imut-imut .. *halah*, sedangkan nama Komunitas ASEAN 2015 sudah sempat mendengar, namun baru benar-benar jelas pas mengikuti acara Asean Blogger 2013, Mei lalu.

ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations merupakan organisasi regional yang mewadahi kerjasama antar negara-negara di Asia Tenggara terutama di bidang ekonomi, sosial dan budaya. ASEAN didirikan di Bangkok pada tanggal 08 Agustus 1967. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Saat ini anggota ASEAN berjumlah 10 Negara yaitu Myanmar, Thailand, Kamboja, Singapore, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Brunai Darussalam, Laos, dan Philipina.

Trus Komunitas ASEAN 2015 sendiri maksudnya apa? sebagai gambaran tentang “komunitas”, teman-teman…

Lihat pos aslinya 1.383 kata lagi

It’s a dream, it might be true

Blog Toto Karyanto

Luk Ulo River, as its name, twisting like a python which was walking from upstream to downstream. This river upstream is in a gap at hills The Thousand Mountains in the North. The flow of the river route to the South until downstream and into the Indian Ocean. Near the upstream, there is a very unique geological sites, Sites of Geological Karangsambung. From downtown, it’s about 15 kilometers.

On the site of geology Karangsambung, there are various kinds of stones: agate, suiseki, biseki, coal and great pride for residents of Kebumen Central Java, Indonesia, is the uniqueness of agate which there was no counter entire Asia region. Perhaps also in the whole world. Therefore, the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) set up a special research site and make it as a scientific tourism.

 Gambar

Subowo (42 years old) an onyx craftsman in the edge of River Luk Ulo ata Pasarpari

Lihat pos aslinya 394 kata lagi